Anies: Program Rumah Tanpa DP Insya Allah Sesuai Aturan
Anies: Program Rumah Tanpa DP Insya Allah Sesuai Aturan
Jakarta - Calon gubernur DKI, Anies Baswedan bicara soal program rumah tanpa DP (down payment) atau uang muka. Dia berkata program itu Insya Allah sudah sesuai aturan.
"Ada pasalnya di situ, pasal 17. Peraturan Bank Indonesia nomor 18 garis miring 16 garis miring PBI garis miring 2016. Nanti Anda lihat di pasal 17. Insya Allah (sesuai aturan)," ujar Anies di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/2/2017).
Anies juga menjelaskan soal programnya itu. Dia pertama-tama meluruskan pernyataan banyak pihak yang sering salah menyebut program rumahnya itu adalah program rumah dengan DP 0 persen.
"Bukan 0 persen, enggak ada DP 0 persen. DP Rp 0," katanya.
Lantas, apa beda antara DP nol persen dengan DP Rp 0?
"DP itu sekali jadi, diberikan sekali. Kalau kredit, nah, itu ada persennya. Cicilan ada persennya. Kalau DP kan uang yang diberikan di awal. Bukan 0 persen tapi enggak bayar, Rp 0 atau tanpa DP. Persen itu kalau ada cicilan," jelasnya.
Menurut Anies, program rumah tanpa DP yang digagasnya bertujuan untuk menghadirkan solusi bagi warga Jakarta yang menginginkan mempunyai rumah. Program rumah tanpa DP ini juga disebutnya sebagai sebuah terobosan.
"Itu sudah dikerjakan para pengembang, yang penting bukan 0 persen atau tidaknya. Tujuan kita adalah memberikan solusi bagi warga Jakarta karena kenyataannya warga Jakarta sekarang banyak yang enggak memiliki rumah. Masa gubernurnya cuma berpangku tangan? Enggak boleh," ujarnya.
"Kok urusan lain bisa bikin terobosan dan urusan ini enggak bisa bikin terobosan? Kenapa? Bukannya ini hajat hidup orang banyak, apakah khawatir dengan pengembang? Kalau enggak khawatir dengan pengembang, ya jalankan ini," sambungnya.
Menurut Anies, programnya ini juga sudah diukur dari sisi ekonomi warga Jakarta. Anies berkata solusinya ini tidak boleh disalahkan apabila pihak lain tidak memiliki solusi untuk masalah yang sama.
"Harga terjangkau itu bukan hanya harganya saja tetapi financing-nya terjangkau. Nah kami mau menawarkan supaya warga Jakarta punya solusi. Kalau Anda enggak punya solusi, jangan salahkan orang yang punya solusi. Buatlah solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan warga Jakarta yang kesulitan mendapatkan rumah sebagai hak milik," tegasnya.
"Ada pasalnya di situ, pasal 17. Peraturan Bank Indonesia nomor 18 garis miring 16 garis miring PBI garis miring 2016. Nanti Anda lihat di pasal 17. Insya Allah (sesuai aturan)," ujar Anies di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (17/2/2017).
Anies juga menjelaskan soal programnya itu. Dia pertama-tama meluruskan pernyataan banyak pihak yang sering salah menyebut program rumahnya itu adalah program rumah dengan DP 0 persen.
"Bukan 0 persen, enggak ada DP 0 persen. DP Rp 0," katanya.
Lantas, apa beda antara DP nol persen dengan DP Rp 0?
"DP itu sekali jadi, diberikan sekali. Kalau kredit, nah, itu ada persennya. Cicilan ada persennya. Kalau DP kan uang yang diberikan di awal. Bukan 0 persen tapi enggak bayar, Rp 0 atau tanpa DP. Persen itu kalau ada cicilan," jelasnya.
Menurut Anies, program rumah tanpa DP yang digagasnya bertujuan untuk menghadirkan solusi bagi warga Jakarta yang menginginkan mempunyai rumah. Program rumah tanpa DP ini juga disebutnya sebagai sebuah terobosan.
"Itu sudah dikerjakan para pengembang, yang penting bukan 0 persen atau tidaknya. Tujuan kita adalah memberikan solusi bagi warga Jakarta karena kenyataannya warga Jakarta sekarang banyak yang enggak memiliki rumah. Masa gubernurnya cuma berpangku tangan? Enggak boleh," ujarnya.
"Kok urusan lain bisa bikin terobosan dan urusan ini enggak bisa bikin terobosan? Kenapa? Bukannya ini hajat hidup orang banyak, apakah khawatir dengan pengembang? Kalau enggak khawatir dengan pengembang, ya jalankan ini," sambungnya.
Menurut Anies, programnya ini juga sudah diukur dari sisi ekonomi warga Jakarta. Anies berkata solusinya ini tidak boleh disalahkan apabila pihak lain tidak memiliki solusi untuk masalah yang sama.
"Harga terjangkau itu bukan hanya harganya saja tetapi financing-nya terjangkau. Nah kami mau menawarkan supaya warga Jakarta punya solusi. Kalau Anda enggak punya solusi, jangan salahkan orang yang punya solusi. Buatlah solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan warga Jakarta yang kesulitan mendapatkan rumah sebagai hak milik," tegasnya.
Posted By

Tidak ada komentar: