Iklan

Breaking News
recent

Bandar Bola Terbaik - Sedang Makan, Asip Melihat Anaknya Dibacok Tetangga Belasan Kali

Bandar Bola Terbaik - Sedang Makan, Asip Melihat Anaknya Dibacok Tetangga Belasan Kali



Bandar Bola Terbaik - Sedang Makan, Asip Melihat Anaknya Dibacok Tetangga Belasan Kali - Diduga gara-gara handphone, seorang pemuda di Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Ajiu alias Engkat (26) tega berkali-kali membacok Fransiska Monaka (26) yang tak lain merupakan tetangganya sendiri. Atas kejadian ini, korban mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke RSUD dr Achmad Diponegoro Putussibau.
"Anak saya mengalami pendarahan yang luar biasa. Luka bacokan di sekujur tubuhnya ada belasan, dengan variasi ukuran kedalaman," kata Asip (46) ayah korban, Jumat (9/9/2016) sore.
Asip menjelaskan, perbuatan tragis Ajiu yang dikenal pendiam ini terjadi di pinggir sungai Kapuas, Desa Teluk Sindur, tepat 50 meter dari belakang rumahnya. Saat kejadian, Asip tengah makan siang di dapurnya. Tiba-tiba ia mendengar teriakan kesakitan minta tolong.
"Sayapun langsung keluar, kemudian melihat posisi Fransiska di kaki tangga rumah dalam keadaan terkapar dan bersimbah darah," katanya.
Saat itu juga Fransiska tidak sadarkan diri dan dalam keadaan kritis. Keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. "Kondisi korban masih kritis dan belum sadarkan diri," kata Asip.
Dikatakan Asip, ia tak menyangka pelaku tega melakukan tindakan tersebut kepada anaknya. Padahal antara pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga, bahkan jarak antara rumah pelaku dan korban berdekatan. "Saya tidak menyangka pelaku seperti itu, padahal dia sering main ke rumah," beber Asip.


Pun kata Asip, selama ini keluarganya tidak pernah bermasalah dengan pelaku dan hubungannya pun baik-baik saja. Sehingga sangat mengherankan pelaku tega berupaya membunuh anaknya. "Pelaku itu orangnya sangat pendiam, dia tidak pernah bermasalah dengan kami," katanya.
Asip pun hingga kini masih bertanya-tanya, apa motif di belakang pembacokan ini. Meski demikian, tindakan pelaku yang dianggap merupakan percobaan pembunuhan itu, tidak akan diselesaikan secara kekeluargaan, melainkan akan melalui jalur hukum negara dan hukum adat, guna memberikan efek jera kepada pelaku.
"Kasus ini sudah kami laporkan ke polisi. Kami berharap hukum seadil-adilnya agar kejadian ini tidak terulang kembali," harap Asip.
Sementara itu, Martin Kurniawan (23) sepupu korban menjelaskan, sebelum pembacokan ini terjadi, antara korban dan pelaku sempat sepakat untuk bertransaksi handphone.
"Saya sempat mengetahui korban hendak menjual handphone miliknya. Karena mengetahui hal tersebut pelaku pun berminat untuk membeli handphone korban," jelasnya.
Setelah keduanya sepakat bertemu di pinggir Sungai Kapuas untuk bertransaksi, tiba-tiba pelaku meminta korban tidak membicarakan kepada orangtua pelaku mengenai transaksi handphone tersebut.
Merasa ada kejanggalan, korban pun menolak untuk menyepakati permintaan pelaku dan membatalkan penjualan handphone tersebut.
"Entah mengapa pelaku langsung tiba-tiba membacok korban sampai belasan kali dan setelah itu pelaku melarikan diri. Sementara korban dengan bersusah payah berjalan menuju rumahnya untuk menyelamatkan diri," terang Martin.
Dikonfirmasi, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK mengatakan, pihaknya masih mendalami motif pelaku yang ingin membunuh korban. "Petugas kita saat ini masih tengah melakukan pemeriksaan TKP dan melacak posisi pelaku," singkatnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.